Membekam Anak Muda Penggemar Mie Instan

bekam

Kemarin ngebekam anak teman, Pradita namanya. Usia sekitar 19 tahun, cuma rajin makan mie instan indomie.

Karena takut2, dibekam saja sedikit.

Selain darah, keluar juga uap air. Keringat juga keluar padahal udara relatif sejuk mengingat di luar hujan dan di dalam berAC. “Keluarin mecinnya Gus,” kata teman saya karena anaknya doyan sekali makan Indomie.

Alhamdulillah usai dibekam, anak tsb berkomentar kalau badannya entengan. Padahal sebelumnya tidak mengeluh pegal segala macam. Saya berpikir, anak muda dengan usia 19 tahun saja merasa pegal meski baru disadari usai dibekam, bagaimana dengan orang tua yang usianya 40 tahun? Saya sendiri merasakan hal ini.

Zaman sekarang yang serba instan dan produksi makanan yg massal di pabrik, banyak dipakai bahan2 kimia. Dari pewarna, perasa, hingga pengawet kimia. Otomatis ini membuat darah kita jadi tidak segar. Sel2 tubuh kita juga sakit jadinya. Lama2, ginjal bisa rusak.

Bekam bermanfaat membuang darah yg kotor tsb shg dalam 3 hari diganti dgn darah baru yg segar. Jika darah kita bersih dan segar, insya Allah daya tahan terhadap penyakit juga akan meningkat.

Bekam ini adalah Sunnah Nabi. Bagi sebagian orang yang cocok, amat terasa manfaatnya.

Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda: “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas.” (HR Bukhari)

Dari Anas bin Malik ra.: Nabi bersabda: Sebaik-baik obat yang kamu gunakan adalah berbekam, atau: Berbekam adalah obat yang paling baik bagimu. (HR Muslim)

https://bekamasysyifaholistik.com/2010/06/22/cara-nabi-menjaga-kesehatan-dan-berobat/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: