Donor Darah, Cuci Darah, dan Bekam

bekamdonor

Analogi bekam ini di dunia kedokteran modern adalah cuci darah dan donor darah. Semuanya mengeluarkan darah dari tubuh. Semuanya memberi rasa nyaman bagi yang cocok. Lah kok gitu?

Donor darah ada yg merasa nyaman, ada juga yg pusing/lemas kalau kebanyakan. Atau karna badannya lemah.

Cuci darah membersihkan darah dgn mengeluarkan darah dari tubuh dan memasukkannya ke mesin pencuci. Setelah itu dimasukkan kembali ke tubuh. Proses ini berlangsung sekitar 3 jam dgn biaya sekitar rp 1 juta. Ada 2 jarum yang menempel terus menembus pembuluh darah. 1 untuk keluar dan 1 untuk masuk ke dalam tubuh.

Cuci darah biasanya dilakukan rutin seminggu 2x atau 3x. Jika tidak, dia bisa mengalami masalah. Bagi orang yang bekerja, menghabiskan waktu 3 x seminggu di mana setiap kali cuci darah bisa 3-5 jam lamanya tentu mengganggu aktivitas.

Pada donor darah, jarum menempel sekitar 20 menit untuk mengeluarkan darah segar sekitar 400 cc. Darah kotor yg kental seperti kolesterol ditolak. Toh meski darah segar yg dibuang, umumnya para pendonor merasa segar. Sesegar2nya darah, darah tsb sudah ada di tubuh mereka selama puluhan tahun. Tekanan darah menurun. Darah baru diproduksi untuk mengganti darah yang keluar.

Apa benar? Ya benar. Buktinya para wanita mengeluarkan darah kotor selama 7 hari setiap bulan, mereka tak pernah kehabisan darah. Karna tubuh memproduksi darah baru mengganti darah yg keluar.

Bahkan wanita pun terutama yg pegal dan pusing merasa nyaman usai dibekam karna bek am mengeluarkan darah kotor di beberapa tempat.

Bekam mengeluarkan darah kotor di titik2 sunnah seperti leher, bahu, punggung, dsb. Kalau melihatnya seperti mengerikan. Padahal yg dibekam merasa nyaman dan bisa ngantuk2 ketiduran. Ini karna jarum bekam itu kecil dan pendek. Cuma menembus 0,2 mm tanpa menembus pembuluh. Cuma menempel di kulit 1/10 detik. Jadi rasanya paling seperti digigit semut. Kecuali jika kulit pasien amat sensitif dan setelan jarum bekam terlalu dalam.

Darah kotor? Apa sih darah kotor itu? Itu sekedar istilah awam. Di dunia kedokteran saat kita periksa darah di Laboratorium, akan diperiksa apakah Kolesterol, Asam Urat, Gula Darah, HB, dsb di atas normal. Di bekam hal itu disederhanakan dgn menyebutnya sebagai darah kotor. Biasanya hitam dan kental menggumpal. Ada juga butir2 putih seperti garam jika pasien menderita asam urat. Darah yg mengandung kadar berlebih itulah yang dikeluarkan. Dalam 3 hari tubuh memproduksi darah baru yang segar. Orang-orang yang merasa pegal, berat tubuhnya, pusing, vertigo, migraine, dan asam urat umumnya merasakan efek langsung usai dibekam.

Ini adalah hasil penelitian lembaga kesehatan AS, US National Library of Medicine National Institutes of Health (Perpustakaan Nasional AS Lembaga Kesehatan dan Obat-obatan). Ada 96 relawan donor darah yang darahnya diperiksa 5 menit dan 24 jam setelah donor. Hasilnya:

RESULTS:
We found statistically significant lower pentraxin-3 and high-sensitive C-reactive protein levels and higher superoxide dismutase activity and nitric oxide level 24 h after blood donation in serum of blood donor when compared with before blood donation.

Kami menemukan secara statistik penurunan yang besar dari pentraxin-3 dan protein C Reaktif yang amat sensitif dan kegiatan dismutasi superoksida yang lebih tinggi serta tingkat oksida nitrat 24 jam setelah donor darah dibanding sebelum donor darah.

CONCLUSIONS:
These findings suggest that blood donation affected oxidative status and acute-phase reactants in donors. Blood donation removes oxidants and decreases oxidative stress by elevating antioxidant enzyme such as superoxide dismutase. This is one more health benefit or reason why we should donate blood. Further large-scale studies should evaluate this mechanism and compare the same effect of wet cupping therapy.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27089416

Kesimpulan: Donor darah mempengaruhi keadaan oksida dan reaktan fase akut di darah pendonor. Donor darah menghilangkan oksidan dan mengurangi stres oksidatif dengan meningkatkan ensim anti oksidan seperti Dismutase Superoksida. Ini adalah alasan kenapa kita harus donor darah. Penelitian lebih besar harus mengevaluasi mekanisme ini dan membandingkannya dengan efek yang sama dengan terapi bekam (Wet Cupping Therapy).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: