Makanan dan Pola Hidup Tak Sehat Merusak Kesehatan

Ada pasien bekam mengeluh pusing dan susah tidur. Usia sekitar 30 tahun. Masih muda.
Saya tanya pola makan dan kebiasaannya. Katanya suka begadang. Minum kopi sampai 4 x sehari. Minum soda minimal 2x seminggu. Makan sekali sehari soalnya tidak suka makan, katanya meski badannya agak sedikit gemuk. Suka jajan gorengan seperti tahu. Tidak suka olah raga. Saya tidak tanya apa dia merokok, tapi saya lihat ada bungkus rokok mild di sampingnya.

Baca lebih lanjut

Memperbaiki Penglihatan Mata dengan Bekam

Umumnya orang saat umur 40-50 tahun mengalami presbyopia atau rabun dekat. Kemampuan pandangan untuk untuk jarak dekat berkurang. Mungkin kita tak merasakannya, namun saat kita membaca koran, kita meletakkannya lebih jauh dari mata kita. Bukan 30 cm tapi bisa 60 cm atau lebih.

Teman saya banyak yang harus menggunakan kacamata agar bisa membaca. Alhamdulillah meski usia mendekati 45 tahun, saya masih bisa membaca dengan jelas. Memang kemampuan membaca berkurang, tapi tidak terlalu parah. Membaca tulisan dengan font Arial 8 masih enak. Bahkan jika dipaksakan bisa juga membaca dengan font size 7 atau bahkan 6 tanpa memakai kacamata.

Di antara 1 kebiasaan yang saya lakukan yang mungkin jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan orang lain adalah bekam. Yaitu mengeluarkan darah kotor sekitar 150 cc dari tubuh. Buat yang ingin tahu bekam/hijamah lebih jauh bisa klik:

http://media-islam.or.id/2008/07/02/mencegah-dan-mengobati-stroke-dan-darah-tinggi-dengan-bekam-hijamah

Baca lebih lanjut

Pelajaran Kesehatan dari Serangan Jantung Adjie Massaid

Meninggalnya Adjie Massaid (43 tahun) usai bermain Futsal akibat serangan jantung mungkin perlu kita analisa agar jadi pelajaran berharga bagi yang lainnya.

Analisa beberapa dokter pakar kesehatan menyatakan bahwa usai bermain Futsal detak jantung Adjie Massaid melampaui Maximum Heart Rate (MHR) sehingga jantungnya tidak kuat dan mengakibatkan serangan jantung.

Baca lebih lanjut

Obati Penyakitmu dengan Sedekah!

“Bentengi Hartamu dengan Zakat, Obat Orang Sakit dari Kalanganmu dengan Sedekah dan Persiapkan Do’a untuk Menghadapi Datangnya Bencana”. (HR. Tabrani).

Hadits di atas cukup menarik. Jika kita kaji, maka tidak diragukan kebenarannya. Sebagai contoh, “Bentengi Hartamu dengan Zakat.” Jika itu dilaksanakan, insya Allah kita akan aman. Satu motif kejahatan adalah karena faktor ekonomi. Dengan zakat, faktor ekonomi untuk melakukan kejahatan jadi berkurang bahkan hilang. Dan Allah sebagai Maha Pelindung niscaya akan melindungi kita jika melaksanakan perintahnya. Allah Maha Menepati janji.

Demikian pula cara mengobati penyakit dengan bersedekah.

Baca lebih lanjut

Cara Nabi Menjaga Kesehatan dan Berobat

Sehat adalah nikmat terbaik kedua setelah iman:

Rasulullah SAW: Mohonlah kepada Allah kesehatan. Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan. (HR. Ibnu Majah)

Meski kaya, tapi jika sakit seperti lumpuh/buta karena stroke/diabetes, niscaya tidak nyaman.

Ternyata dalam Islam, Nabi sudah mengajarkan kita cara merawat kesehatan. Dari berbagai hadits kita ketahui Nabi tidak pernah sakit berat selama hidupnya kecuali saat sakarotul maut. Nabi fisiknya sangat bagus sehingga tidak ada yang mampu mengalahkannya bergulat. Nabi kerap memimpin pasukan perang. Bahkan pasukan militer terbesar saat itu, Romawi, tidak berani berperang melawan Nabi di Tabuk.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: