Cara Nabi Menjaga Kesehatan dan Berobat

bekam

Sehat adalah nikmat terbaik kedua setelah iman:

Rasulullah SAW: Mohonlah kepada Allah kesehatan. Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan. (HR. Ibnu Majah)

Meski kaya, tapi jika sakit seperti lumpuh/buta karena stroke/diabetes, niscaya tidak nyaman.

Ternyata dalam Islam, Nabi sudah mengajarkan kita cara merawat kesehatan. Dari berbagai hadits kita ketahui Nabi tidak pernah sakit berat selama hidupnya kecuali saat sakarotul maut. Nabi fisiknya sangat bagus sehingga tidak ada yang mampu mengalahkannya bergulat. Nabi kerap memimpin pasukan perang. Bahkan pasukan militer terbesar saat itu, Romawi, tidak berani berperang melawan Nabi di Tabuk.

Baca lebih lanjut

Iklan

Selamat Datang

Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas.” (Hadist Bukhari)

Dari berbagai hadits diketahui bahwa Rasulullah biasa berbekam. Dan Rasulullah boleh dikata tidak pernah sakit kecuali ketika sakarotul maut:
Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW pernah berbekam dalam keadaan ihram dan pernah berbekam sewaktu berpuasa. Riwayat Bukhari.

Baca lebih lanjut

Jangan Mengeluarkan Darah Terlalu Banyak Saat Dibekam

bekambanyak

Ada pasien bekam, pak Setiyawan (32 thn) cerita. Di tempat lain dia bekam sampai 40 gelas (sekitar 1000 cc). Padahal badannya pendek dan kurus. Berat paling cuma 50 kg. Saat dan sesudah dibekam memang kuat. Tapi esok harinya dia lemas selama 2 bulan.

Ada 2 kesalahan. Pertama titik bekam terlalu banyak. Untuk orang kurus harusnya maksimal 12 gelas atau 300 cc. Sekedar perbandingan donor darah paling banyak 450 cc. Hendaknya bekam tak lebih dari itu. Lebih baik bertahap. Minggu depan baru bekam lagi.

Baca lebih lanjut

Donor Darah, Cuci Darah, dan Bekam

bekamdonor

Analogi bekam ini di dunia kedokteran modern adalah cuci darah dan donor darah. Semuanya mengeluarkan darah dari tubuh. Semuanya memberi rasa nyaman bagi yang cocok. Lah kok gitu?

Donor darah ada yg merasa nyaman, ada juga yg pusing/lemas kalau kebanyakan. Atau karna badannya lemah.

Baca lebih lanjut

Bekam Untuk Gula Darah Tinggi

bekamyogya

Alhamdulillah saat di Yogya, Jum’at 6 April 2018, sempat membekam bang Fudil (50 tahun) karena gula darahnya sempat mencapai 300 dan juga badan berasa pegal. Bawa alat sekedarnya untuk jaga-jaga siapa tahu ada yang perlu.

Baca lebih lanjut

Membekam Pasien Angin Duduk (Angina Pectoris) / Jantung

Deden

Pak Deden (45 tahun). 31 Mei 2018 kemarin bekam dgn keluhan seperti masuk angin, pegal, dan pusing. Nafas berat. Cek tensi di Klinik 24 jam katanya normal. Tapi saat saya tensi 137/107. Bawahnya amat tinggi. Tak heran seperti (maaf) mau mati.

Saat membekam rada was-was juga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat terdiam lama, saya ajak pak Deden ngobrol agar tidak kelewatan.

Baca lebih lanjut

Pentingnya Rutin Berbekam

bekamGindo

Kadang penyakit tidak sembuh dalam sekali bekam. Jadi jangan cepat menyerah. Sebab minum obat saja kita bisa sampai 3x sehari hingga 5 hari baru sembuh. Atau ke Rumah Sakit bisa opname 7 hari bisa sembuh. Bekam juga begitu. Ada yang sembuh dalam sekali bekam seperti pak Jefri yang sakit pusing kepala. Ada juga yang harus beberapa kali seperti pak Jufri

Ini pak Gindo pasien lama. Bekamnya tiap 3-4 bulan sekali jika tubuh sudah tidak karuan (pegal, pusing, masuk angin, dsb). Maklum sbg orang Padang makanannya bersantan dan berlemak.

Baca lebih lanjut

Menambah Daya Ingat dan Konsentrasi dengan Bekam di Kepala

bekamdikepala

Ada pasien cerita ke saya: “Kalau saya bekam di kepala, fikiran saya jadi fokus. Saya jadi tidak gampang lupa”, katanya.

Sebetulnya saya paling malas bekam dikepala. Sebab harus botak licin. “Kegantengan” bisa turun sampai 70%. Mirip nasib rupiah sekarang… 🙂

Baca lebih lanjut

Makanan yang Baik dan Buruk untuk Diabetes

makanandiabetes

Penyakit Diabetes terjadi karena kadar gula di dalam darah yang terlalu tinggi. Ini terjadi akibat tubuh tidak memproduksi cukup insulin (hormon pengatur kadar gula dalam darah) sehingga kadar gula terlalu tinggi. Ini mengakibatkan penderita diabetes merasa lemah, cepat lelah, mengantuk, dan sebagainya. Kadar gula yang terlalu tinggi juga mengakibatkan luka / borok sulit untuk sembuh / kering. Sehingga tidak jarang penderita diamputasi kakinya.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: