Memperbaiki Penglihatan Mata dengan Bekam

Umumnya orang saat umur 40-50 tahun mengalami presbyopia atau rabun dekat. Kemampuan pandangan untuk untuk jarak dekat berkurang. Mungkin kita tak merasakannya, namun saat kita membaca koran, kita meletakkannya lebih jauh dari mata kita. Bukan 30 cm tapi bisa 60 cm atau lebih.

Teman saya banyak yang harus menggunakan kacamata agar bisa membaca. Alhamdulillah meski usia mendekati 45 tahun, saya masih bisa membaca dengan jelas. Memang kemampuan membaca berkurang, tapi tidak terlalu parah. Membaca tulisan dengan font Arial 8 masih enak. Bahkan jika dipaksakan bisa juga membaca dengan font size 7 atau bahkan 6 tanpa memakai kacamata.

Di antara 1 kebiasaan yang saya lakukan yang mungkin jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan orang lain adalah bekam. Yaitu mengeluarkan darah kotor sekitar 150 cc dari tubuh. Buat yang ingin tahu bekam/hijamah lebih jauh bisa klik:

http://media-islam.or.id/2008/07/02/mencegah-dan-mengobati-stroke-dan-darah-tinggi-dengan-bekam-hijamah

Baca lebih lanjut

Acara Oprah’s Winfrey:Diabetes Pembunuh Amerika yang Diam-diam Mematikan (America’s Silent Killer)

Beberapa hari lalu saya saksikan acara Oprah’s Winfrey yang menarik di MetroTV. Aslinya sih 2 tahun lalu. Tentang penyakit Diabetes yang ternyata diam-diam sangat mematikan.
Menurut American Diabetes Association, 80 juta warga AS mengidap diabetes atau gejala diabetes. Ini artinya 1/4 warganya sudah terkena/hampir kena penyakit diabetes. Tentu di Indonesia angkanya bisa jadi tak jauh dari itu.
Setiap hari 100 orang tewas di AS karena penyakit diabetes. Yang masih selamat pun banyak yang kedua kakinya dipotong/amputasi hingga lumpuh. AS menghabiskan $174 milyar guna mengobati penyakit diabetes. Jadi bisa bikin bangkrut.
Oprah mengadakan acara tersebut guna memberi penjelasan dan juga solusi untuk mencegah penyakit Diabetes bersama para pakar seperti Dr. Oz, Dr. Ian, Bob Greene, Art Smith, dsb.

Baca lebih lanjut

Berapa Kali/Sering Kita Harus Bekam?

bekam-idul-adha

Berapa kali/sering kita harus bekam?

Itu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang yang berbekam.

Jawabannya tergantung kondisi orang tersebut.

Kalau kita mengikuti sunnah Nabi, idealnya sebulan sekali. Terutama tanggal 17, 19, atau 21 Hijriyah (2 hari sesudah bulan purnama). Nabi rutin berbekam sehingga ada hadits yang menceritakan Nabi berbekam di bulan puasa dan waktu ihrom.

Baca lebih lanjut

Pelajaran Kesehatan dari Serangan Jantung Adjie Massaid

Meninggalnya Adjie Massaid (43 tahun) usai bermain Futsal akibat serangan jantung mungkin perlu kita analisa agar jadi pelajaran berharga bagi yang lainnya.

Analisa beberapa dokter pakar kesehatan menyatakan bahwa usai bermain Futsal detak jantung Adjie Massaid melampaui Maximum Heart Rate (MHR) sehingga jantungnya tidak kuat dan mengakibatkan serangan jantung.

Baca lebih lanjut

Komentar Artis-artis yang Pernah Dibekam

Di bawah adalah komentar tentang Bekam/Hijamah oleh para artis yang pernah dibekam seperti Hengky Tornando, Joe Project Pop, Ahmad Dhani, Baby Zelvia, dan sebagainya.

 

Meski Bekam/Hijamah sudah mulai marak di Indonesia, namun masih banyak orang awam yang belum tahu apa itu bekam. Sebagian yang tahu, sudah merasa ngeri duluan melihat darah yang keluar dari orang yang dibekam. Mereka pikir mungkin sakit sekali. Padahal sebetulnya tidak. Jauh lebih sakit disuntik atau diinfus ketimbang dibekam. Bekam paling rasanya seperti digigit semut saja.

Baca lebih lanjut

Cara Nabi Menjaga Kesehatan dan Berobat

Sehat adalah nikmat terbaik kedua setelah iman:

Rasulullah SAW: Mohonlah kepada Allah kesehatan. Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan. (HR. Ibnu Majah)

Meski kaya, tapi jika sakit seperti lumpuh/buta karena stroke/diabetes, niscaya tidak nyaman.

Ternyata dalam Islam, Nabi sudah mengajarkan kita cara merawat kesehatan. Dari berbagai hadits kita ketahui Nabi tidak pernah sakit berat selama hidupnya kecuali saat sakarotul maut. Nabi fisiknya sangat bagus sehingga tidak ada yang mampu mengalahkannya bergulat. Nabi kerap memimpin pasukan perang. Bahkan pasukan militer terbesar saat itu, Romawi, tidak berani berperang melawan Nabi di Tabuk.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: